Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menggelar Rapat Koordinasi dan Pembentukan Tim Sistem Lost and Found pada Senin (09/02) di Ruang DGB, Gedung Dekanat FTUI. Rapat dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng dan dihadiri jajaran pimpinan serta tim pendukung pengembangan sistem.
Dalam arahannya, Prof. Herman menegaskan bahwa sistem inovasi di FTUI harus terus berkembang, termasuk melalui penguatan layanan berbasis digital. Koordinator P5, Nyoman Suwartha, menjelaskan bahwa pengembangan Sistem Lost and Found menjadi salah satu inovasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas tata kelola layanan di lingkungan fakultas.
“Sistem Lost and Found ini bukan sekadar layanan administratif, tetapi bagian dari upaya kita membangun budaya tertib, transparan, dan berbasis teknologi di FTUI. Saya berharap sistem ini dirancang secara terintegrasi, user friendly, dan memiliki tata kelola yang jelas agar benar-benar memberi manfaat bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Prof. Herman.
Saat ini, pengelolaan barang hilang dan ditemukan masih berjalan terpisah di masing-masing unit, sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan informasi dan kesulitan pelacakan. Melalui sistem terintegrasi, seluruh data barang hilang dan ditemukan akan dikelola dalam satu platform yang mudah diakses sivitas akademika. Langkah ini sejalan dengan komitmen FTUI dalam penguatan tata kelola, transformasi digital, serta pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.
Dalam pembahasan, disepakati bahwa tampilan sistem akan mengusung nuansa engineering yang selaras dengan identitas FTUI. Aspek user friendly, stabilitas teknis, serta opsi penggunaan Single Sign On (SSO) atau akses publik untuk pelaporan masih akan dikaji lebih lanjut. Untuk barang yang ditemukan (found), foto barang akan ditampilkan langsung pada sistem guna mempermudah identifikasi.
Selain pengembangan platform, rapat juga membahas kebutuhan ruang penyimpanan khusus untuk barang temuan, pelabelan standar (tanggal dan lokasi penemuan), serta mekanisme tindak lanjut untuk barang yang tidak diambil dalam jangka waktu tertentu.
Dari sisi keamanan dan komunikasi, akan dibentuk grup koordinasi yang melibatkan tim kelas dan petugas keamanan. Barang berharga akan segera diinformasikan kepada Ketua Ikatan Mahasiswa guna mempercepat proses pengembalian.
FTUI akan membentuk tim pengembang sistem yang melibatkan mahasiswa dan tim internal fakultas. Rapat lanjutan juga akan mengundang Tim IT dan Tim Logistik untuk memastikan kesiapan teknis dan sarana pendukung.
Melalui inisiatif ini, FTUI berharap Sistem Lost and Found terintegrasi dapat menjadi layanan digital yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat budaya tertib dan kepedulian di lingkungan kampus.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia




