Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menerima kunjungan delegasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rangka rapat kerja sama yang membahas penguatan kolaborasi riset dan teknologi di Ruang Rapat Senat, Gedung Dekanat FTUI (19/02).
Delegasi BMKG dipimpin langsung oleh Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, Ph.D. selaku Kepala BMKG, didampingi Guswanto, M.Si. selaku Sekretaris Utama serta jajaran pimpinan lainnya. Sementara itu, FTUI diwakili oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Dekan FTUI, Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan, Prof. Dr.-Ing. Ir. Dalhar Susanto, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum, Dr. Evi Anggraheni, S.T., M.T, Manajer Kerja Sama, Ventura dan Kewirausahaan, serta Dr. Ir. Muhammad Salman, S.T., M.I.T. pimpinan Departemen Teknik Elektro dan Aji Nur Widyanto, S.T., M.T, Sekretaris Departemen Teknik Elektro.
Dalam pertemuan tersebut, FTUI menawarkan pengembangan sistem peringatan dini berbasis Big Data, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT), serta rekayasa infrastruktur berbasis mitigasi bencana.
Dekan FTUI, Prof. Kemas, menegaskan komitmen fakultas dalam mendukung kebutuhan strategis nasional. “Kolaborasi ini harus nyata dan solutif. Kami ingin riset dan inovasi di FTUI benar-benar menjawab tantangan yang dihadapi BMKG dan bangsa,” ujarnya.
BMKG menyampaikan tantangan modernisasi radar cuaca nasional. Saat ini BMKG memiliki 44 radar cuaca, sementara kebutuhan ideal mencapai 75 unit, dengan sebagian perangkat telah beroperasi lebih dari 15 tahun. Modernisasi sistem observasi, pengolahan, dan otomasi pembaruan data setiap 10 menit menjadi fokus utama, termasuk peluang reverse engineering dan penguatan signal processing bersama Departemen Teknik Elektro FTUI.
Perwakilan BMKG menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk mendukung mandat strategis lembaga. “Kami membutuhkan dukungan iptek secara menyeluruh, mulai dari radar, satelit, hingga sistem komunikasi dan pengolahan data. Kolaborasi dengan FTUI menjadi kebutuhan nyata bagi kami,” ungkapnya.
BMKG juga membuka peluang topik riset mahasiswa yang selaras dengan kebutuhan institusi agar hasil penelitian lebih aplikatif dan berdampak langsung. Dari sekitar 6.000 pegawai BMKG, sebanyak 174 merupakan alumni Universitas Indonesia.
Melalui pertemuan ini, FTUI dan BMKG menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan nasional di bidang kebencanaan, pangan, energi, dan perubahan iklim.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia






