Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menerima kunjungan dari perwakilan KTH Royal Institute of Technology, Swedia, pada Senin (10/11) dalam rangka mempererat kolaborasi akademik dan menjajaki peluang kerja sama baru di bidang riset serta mobilitas mahasiswa. Pertemuan ini dipimpin oleh Manajer Kemitraan dan Pendidikan Internasional FTUI, Andyka Kusuma, S.T., M.Sc., Ph.D. dan dihadiri oleh perwakilan KTH, Prof. Bjorn Berggren dan Ms. Margareta Svedlund serta tim Kantor Internasional FTUI dan juga Kepala Departemen dari Arsitektur dan Teknik Sipil.
Dalam pertemuan tersebut, pihak KTH menyampaikan bahwa Indonesia telah masuk dalam daftar negara mitra resmi (list of partner countries) oleh pemerintah Swedia. Hal ini membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen FTUI untuk berpartisipasi dalam berbagai program akademik dan riset yang difasilitasi oleh KTH.
Salah satu inisiatif terbaru yang diperkenalkan adalah program “WOMEN in STEM”, yang bertujuan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Saat ini, tercatat sekitar 90 hingga 100 mahasiswa Indonesia sedang menempuh studi di KTH, sebagian besar pada jenjang magister, serta beberapa dalam skema pertukaran mahasiswa.
Beberapa bidang kolaborasi yang menjadi fokus antara FTUI dan KTH mencakup manajemen air dan keberlanjutan (water management and sustainability). Selain itu, kedua institusi juga membahas peluang joint supervision untuk mahasiswa doktoral, riset bersama melalui program visiting scholar, serta pengembangan program pertukaran mahasiswa (exchange mobility) yang seimbang antara kedua pihak.
FTUI juga menawarkan kesempatan bagi mahasiswa KTH untuk mengikuti berbagai program akademik di Indonesia, seperti internship, visiting student, dan short program. Mahasiswa magister dari KTH bahkan berpeluang untuk menjalani program mobilitas ke FTUI dan mengambil mata kuliah atau proyek penelitian di tahun keempat program sarjana.
Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas peran FTUI di kancah internasional. “Pertemuan dengan KTH menjadi momentum berharga untuk memperluas cakrawala kolaborasi internasional FTUI. Kami melihat potensi besar dalam kerja sama ini, terutama dalam bidang riset dan pertukaran mahasiswa yang berbasis keberlanjutan. Melalui kemitraan strategis ini, kami ingin menghadirkan ruang kolaboratif di mana mahasiswa dan peneliti dari kedua institusi dapat belajar, berinovasi, dan berkontribusi bersama terhadap tantangan global,” ujar Prof. Kemas
Melalui diskusi ini, kedua pihak berkomitmen untuk terus memperkuat jejaring kerja sama internasional dan mendukung pertukaran pengetahuan lintas budaya serta disiplin ilmu. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan sinergi yang bermanfaat dalam bidang pendidikan teknik dan riset berkelanjutan di tingkat global.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia





