University of Melbourne, salah satu universitas terkemuka di Australia, kembali menyambangi Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) pada Senin (13/7), bertempat di Gedung Dekanat FTUI, Kampus UI Depok. Kunjungan kali ini bertujuan membahas perluasan kerja sama pendidikan di bidang keteknikan, mulai dari program magister percepatan (fast-track program) dan gelar ganda (dual master degree), hingga jalur sarjana internasional serta program riset pascasarjana bersama industri.
Mereka disambut oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FTUI, Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng., bersama Manajer Kemitraan dan Pendidikan Internasional FTUI, Ir. Andyka Kusuma, S.T., M.Sc., Ph.D.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas secara mendalam skema Accelerated Master Program yang rencananya turut didukung pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Formalisasi kerja sama ini ditargetkan terwujud pada Oktober 2026, sejalan dengan batas waktu pendaftaran program melalui skema LPDP yang juga jatuh pada tahun yang sama.
“Sebagai tahap awal, program studi Teknik Sipil dan Lingkungan serta Teknik Industri FTUI diproyeksikan menjadi pintu masuk kerja sama ini pada 2026, dengan estimasi awal sekitar lima mahasiswa yang akan mengikuti program fast-track tersebut. Skema yang ditawarkan mencakup jalur percepatan dengan pola 3,5+0,5+1,5 (total durasi studi sekitar 5,5 tahun untuk jenjang sarjana hingga magister) serta jalur dual master dengan pola 1+1, yaitu masing-masing satu tahun masa studi magister di FTUI danUniversity of Melbourne,” kata Prof. Akhmad Herman Yuwono.
Kerja sama artikulasi ini tidak berhenti pada dua program studi tersebut. FTUI dan University of Melbourne turut memetakan perluasannya ke program studi Teknik Elektro, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Sistem Energi. Dari sejumlah opsi tersebut, kedua pihak mengerucutkan agar program Teknik Sistem Energi (pola 1+1), Arsitektur (pola fast-track 3,5+0,5+1,5), dan PWK (pola 1+1) menjadi prioritas pada tahap berikutnya.
Salah satu poin yang mengemuka dalam pertemuan ini adalah adanya irisan kerja sama antara University of Melbourne dan FTUI dengan PT PLN (Persero). University of Melbourne diketahui telah menjalin kemitraan dengan PLN, sementara FTUI sendiri memiliki kerja sama dengan PLN untuk program studi Teknik Kimia, Teknik Sipil (dengan fokus manajemen proyek), serta Teknik Sistem Energi. Irisan kerja sama ini membuka peluang sinergi tiga pihak, khususnya untuk mendukung pendanaan program dual master degree ke depannya.
Selain program magister, University of Melbourne turut menawarkan skema Bachelor of Science pola 2+2 untuk program studi Teknik Komputer, dengan gelar Bachelor of Science Integrated (Honours). Melalui skema ini, mahasiswa berkesempatan memperoleh dua gelar sarjana sekaligus, yaitu S.T. dari FTUI dan B.Sc. dari University of Melbourne. Terkait skema ini, kedua pihak akan terlebih dahulu memastikan status akreditasi gelar B.Sc. sesuai dengan ketentuan kementerian terkait di Indonesia, mengingat gelar tersebut belum terakreditasi di dalam negeri.
Pertemuan ini turut membahas program baru dari University of Melbourne, yaitu Industry-Employed Research MPhil to PhD Program, sebuah skema riset pascasarjana yang ditujukan bagi profesional yang telah bekerja di industri namun ingin menempuh studi riset lanjut. Bentuk kerja sama yang ditawarkan kepada FTUI adalah joint supervision, di mana dosen FTUI dilibatkan sebagai co-supervisor bagi mahasiswa program tersebut. Skema ini berpotensi memperluas jejaring riset terapan FTUI dengan sektor industri, sekaligus membuka jalur baru bagi dosen FTUI untuk terlibat dalam pembimbingan riset lintas negara.
Kunjungan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara FTUI dan University of Melbourne, khususnya dalam memperluas akses mahasiswa terhadap pendidikan keteknikan berstandar internasional. Kedua institusi berkomitmen menindaklanjuti hasil pertemuan ini guna mewujudkan formalisasi kerja sama pada Oktober 2026 mendatang.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia



