enid
enid

FTUI Dorong Ketahanan Bencana Berbasis Keteknikan untuk Kemanusiaan

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menyelenggarakan Seminar Series Ketahanan Bencana Keteknikan untuk Kemanusiaan pada Selasa (03/02) di Auditorium Gedung IDE Lantai 2 FTUI. Seminar ini menjadi ruang diskusi strategis yang mempertemukan sivitas akademika dengan praktisi kebencanaan untuk membahas peran keteknikan dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana. Kegiatan ini menghadirkan Siswanto, M.Sc., Ph.D., selaku Koordinator Bidang Informasi Iklim Terapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagai narasumber utama.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., yang menegaskan bahwa isu kebencanaan merupakan tantangan nyata yang membutuhkan kontribusi aktif perguruan tinggi teknik. “Dua minggu yang lalu, saya bersama tim melakukan kunjungan lapangan ke Aceh Tengah dan menyaksikan langsung dampak bencana yang masih sangat memprihatinkan. Sejumlah wilayah dilaporkan masih terisolasi dengan keterbatasan akses listrik dan air bersih, bahkan terdapat kawasan yang tidak lagi layak huni akibat perubahan alur sungai dan kerusakan lingkungan,” papar Prof. Kemas.

“Indonesia merupakan negara yang rawan bencana, dan kondisi di Aceh menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus ditangani. Namun di balik keprihatinan tersebut, terdapat peluang besar bagi dunia keteknikan untuk menghadirkan inovasi yang kontekstual dan berdampak langsung bagi masyarakat terdampak. Kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan lembaga pemerintah seperti BMKG menjadi kunci dalam membangun sistem ketahanan bencana yang berkelanjutan,” ujar Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D.

Sejalan dengan hal tersebut, dalam pemaparannya Siswanto menjelaskan bahwa dunia saat ini memasuki era global boiling, yang ditandai dengan peningkatan suhu global dan rekor tahun-tahun terpanas dalam sejarah pengamatan. Ia memaparkan bahwa peningkatan konsentrasi gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida (CO₂), baik secara global maupun di Indonesia, telah memicu pemanasan laut, kenaikan muka air laut, serta meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan kekeringan.

Lebih lanjut, Siswanto menekankan bahwa bencana merupakan hasil interaksi antara bahaya alam, tingkat kerentanan, dan keterpaparan masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan keteknikan tidak dapat dilepaskan dari pemahaman risiko berbasis data iklim yang akurat. Ia menyoroti pentingnya pemetaan kerawanan wilayah, penguatan kapasitas masyarakat, serta penerapan kerangka kerja global seperti Sendai Framework for Disaster Risk Reduction yang menempatkan sistem peringatan dini, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor sebagai pilar utama pengurangan risiko bencana.

Dalam konteks kesiapan menghadapi kondisi iklim ke depan, Siswanto memaparkan peran BMKG dalam menyediakan layanan informasi iklim yang komprehensif, mulai dari monitoring ENSO dan Indian Ocean Dipole (IOD), prediksi curah hujan dan musim, hingga peringatan dini iklim ekstrem berbasis dampak. Ia menjelaskan bahwa prediksi iklim tahun 2026 menunjukkan kecenderungan kondisi ENSO dan IOD yang netral, dengan sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan pada kategori normal. Meski demikian, potensi kejadian hujan ekstrem di sejumlah wilayah tetap perlu diantisipasi melalui perencanaan keteknikan yang adaptif dan responsif terhadap risiko.

Menutup pemaparannya, Siswanto menegaskan bahwa ketahanan bencana tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan teknologi, tetapi juga melalui integrasi antara rekayasa keteknikan, literasi iklim, dan kesiapsiagaan komunitas. Menurutnya, peran perguruan tinggi teknik sangat strategis dalam menghasilkan inovasi, riset terapan, serta pengabdian kepada masyarakat yang mampu menjawab tantangan kebencanaan secara nyata dan berkelanjutan.

Seminar ini dihadiri oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng, selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Dr. Aries Subiantoro, S.T., M.Sc., selaku Manajer Riset, Inovasi dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Evi Anggraheni, S.T., M.T., selaku Manajer Kerja Sama, Ventura, dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc., serta sivitas akademika dan mahasiswa.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X