Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melalui Interdisciplinary Engineering Research Unit, Institute for Urban Planning and Smart Cities, serta Center for Sustainability and Infrastructure Development (CSID), menyelenggarakan seminar bertajuk “From BIM to Digital Twins: Advancing Data-Driven Decision-Making in Construction Project Management” di Auditorium IDE Building Lt. 2 FTUI. Kegiatan ini menghadirkan Associate Professor dari Faculty of Civil Engineering Technology, Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), Dr. Rahimi A. Rahman, sebagai pembicara utama, dengan dimoderatori oleh dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FTUI, Dr. Titi Sari Nurul Rachmawati.
Seminar ini membahas perkembangan transformasi digital di sektor konstruksi, khususnya evolusi dari Building Information Modeling (BIM) menuju implementasi digital twin sebagai pendekatan mutakhir dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data pada manajemen proyek konstruksi. Melalui pemaparannya, Dr. Rahimi menjelaskan bahwa pemanfaatan digital twin tidak hanya berfungsi sebagai representasi virtual aset fisik, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk melakukan pemantauan secara real-time, analisis prediktif, simulasi, hingga optimalisasi keputusan pada seluruh siklus hidup proyek konstruksi.
Dalam paparannya, Dr. Rahimi menekankan bahwa tantangan utama dalam implementasi teknologi digital di sektor konstruksi bukan terletak pada ketersediaan data semata, melainkan pada kesiapan organisasi dalam mengolah data menjadi dasar pengambilan keputusan yang akurat dan dapat diandalkan. Ia juga menguraikan berbagai hasil riset mutakhir terkait kualitas as-built BIM, kesiapan proyek berbasis BIM, biaya tersembunyi dalam implementasi BIM, hingga strategi pengembangan digital twin yang akurat pada lingkungan konstruksi.
Dalam kesempatan yang terpisah Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa, “Perkembangan teknologi digital seperti BIM dan digital twin menghadirkan peluang besar untuk mentransformasi sektor konstruksi menuju sistem yang lebih terintegrasi, efisien, dan berbasis data. FTUI memandang penguatan kapasitas akademik dan riset di bidang ini sebagai langkah untuk menyiapkan talenta unggul yang mampu menjawab tantangan pembangunan infrastruktur masa depan.”
Lebih lanjut, seminar ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi regional antara Indonesia dan Malaysia dalam membangun kerangka kerja bersama terkait adopsi BIM dan digital twin. Diskusi mencakup pengembangan standar data, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan tata kelola digital, hingga penyusunan agenda riset bersama untuk mendukung transformasi industri konstruksi di kawasan Asia Tenggara.
Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika FTUI, peneliti, praktisi industri konstruksi, serta mahasiswa yang memiliki minat pada pengembangan teknologi konstruksi digital. Melalui penyelenggaraan seminar ini, FTUI kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong pengembangan pengetahuan, riset interdisipliner, dan inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan tingkat global.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia




