enid
enid

FTUI Gelar Seminar Nasional “Internet Rakyat Berbasis Open RAN: Infrastruktur Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Internet Rakyat Berbasis Open RAN: Infrastruktur Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” pada Selasa (07/07), bertempat di Auditorium Gedung MRPQ Lantai 4 FTUI, dengan melibatkan Kelompok Riset X-Intelli-Tech serta dukungan Surge Digital Ecosystems sebagai sponsor.

Seminar ini menyoroti rendahnya tingkat penetrasi internet tetap (fixed broadband) di Indonesia, yang baru menjangkau sekitar 15 persen rumah tangga dan masih tertinggal dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Forum ini mengangkat teknologi Open Radio Access Network (Open RAN) sebagai salah satu solusi untuk memperluas akses internet terjangkau hingga ke seluruh pelosok Tanah Air sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Acara ini turut diisi dengan peluncuran buku berjudul “Infrastruktur Jaringan Informasi: Data Center untuk Enterprise” karya Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc., Guru Besar Teknik Komputer Universitas Indonesia, bersama Muhammad Haikal Afinas Sidiq. Seminar dipandu oleh moderator Prof. Dr. Muhammad Suryanegara, S.T., M.Sc., Guru Besar Teknik Elektro Universitas Indonesia, dengan menghadirkan lima pembicara dari kalangan industri, pemerintah, dan akademisi untuk membahas persoalan kesenjangan digital dari berbagai perspektif.

Dalam paparannya, Direktur Wi-Fi PT Solusi Sinergi Digital Tbk (Surge), Ir. Yune Marketatmo, M.Eng., M.M., memaparkan strategi Surge melalui inisiatif “Internet Rakyat” yang memadukan perluasan broadband tetap terjangkau dengan akses nirkabel tetap (fixed wireless access) berbasis teknologi Open RAN pada frekuensi 1,4 GHz. Teknologi Open RAN memungkinkan perangkat jaringan dari berbagai vendor saling terhubung tanpa terikat pada satu produsen tertentu, sehingga biaya pembangunan infrastruktur telekomunikasi dapat ditekan dan penggelarannya menjadi lebih fleksibel. Melalui pendekatan ini, Surge menargetkan lima juta pelanggan pada tahun pertama dan 25 juta pelanggan dalam lima tahun ke depan.

Dari sisi regulasi, Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standarisasi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Adis Alifiawan, S.T., M.H., memaparkan peta jalan regulasi yang tengah disusun pemerintah untuk mendukung pengembangan mobile broadband, fixed broadband, pusat data, hingga kabel bawah laut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah tengah rasionalisasi biaya regulasi serta memadukan pemberian hak penggunaan frekuensi dengan kewajiban pembangunan infrastruktur bagi operator telekomunikasi.

Diskusi turut diperkaya oleh dua pembicara lain, yaitu Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc. memaparkan materi mengenai penyiapan SDM untuk infrastruktur informasi nasional; Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., Guru Besar Teknik Elektro UI, mengulas analisis teknologi dan regulasi Internet Rakyat, mencakup arsitektur jaringan end-to-end, distribusi spektrum 1,4 GHz, komparasi praktik global, serta tantangan keamanan data; sementara Dr. Ibrahim Kholilul Rohman, S.E., pengajar Sekolah Pembangunan Berkelanjutan UI, membahas dampak ekonomi dan kebijakan Open RAN di Indonesia dalam mendorong produktivitas, kompetisi, dan konvergensi antarwilayah. Kelompok Riset X-Intelli-Tech FTUI turut menegaskan komitmennya untuk melanjutkan riset dan kolaborasi seputar Open RAN, akses nirkabel broadband, dan penerapan kecerdasan buatan (AI), termasuk membuka peluang studi kasus bersama mitra industri seperti Surge.

Seminar ini menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut dari berbagai pemangku kepentingan. Selain aspek bisnis dan regulasi, forum ini mendorong promosi ekosistem lokal serta peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek infrastruktur digital. Pemerintah dan pelaku industri turut menyepakati pentingnya kolaborasi untuk mengatasi kesenjangan digital, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), melalui kombinasi solusi serat optik, nirkabel, dan satelit.

Peluang magang serta kolaborasi riset antara industri dan akademisi turut dibahas sebagai langkah lanjutan, dengan merujuk pada program pertukaran yang telah berjalan bersama mitra pendidikan di Taiwan. Melalui seminar sekaligus peluncuran buku ini, FTUI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi mendorong pemerataan infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X