Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Tim mahasiswa FTUI berhasil meraih peringkat keenam dunia (6th Place Overall) pada Earthquake Engineering Research Institute (EERI) Seismic Design Competition (SDC) 2026 yang diselenggarakan di Portland, Oregon, Amerika Serikat, pada 13–17 Juli 2026. Dari 47 tim yang berasal dari berbagai universitas terkemuka dunia, Universitas Indonesia menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Tenggara yang berhasil melaju hingga babak final.
Tim FTUI terdiri atas Michael Fernando Theng (Teknik Sipil 2024), Muhammad Thoriq Ramadhan (Teknik Sipil 2023), Ihksan Putra Jaya (Teknik Sipil 2023), M. Fadhil Al-Ghani (Teknik Sipil 2023), Rasya Khairani Santoso (Arsitektur Interior 2023), dan Joey Paul Thobias Awuy (Arsitektur Interior 2023). Tim didampingi oleh dosen pembimbing, Dr.-Ing. Josia Irwan Rastandi, S.T., M.T. dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FTUI.
EERI Seismic Design Competition merupakan salah satu kompetisi paling bergengsi di bidang rekayasa struktur tahan gempa. Dalam ajang ini, mahasiswa ditantang untuk merancang bangunan yang aman, efisien, inovatif, serta mampu menunjukkan kinerja terbaik saat diuji melalui simulasi gempa. Penilaian dilakukan secara komprehensif, meliputi kualitas desain struktur, proposal teknis, presentasi, komunikasi teknis, hingga performa model bangunan pada saat pengujian.
Pada kompetisi tersebut, tim Universitas Indonesia merancang Bifurca Tower, sebuah bangunan setinggi 20 lantai dengan geometri yang kompleks. Bangunan ini terdiri atas dua massa bangunan yang terpisah pada lantai 1 hingga 7, menyatu pada lantai 7 hingga 11, kembali terpisah dengan posisi yang bergeser pada lantai 11 hingga 18, kemudian bergabung kembali pada lantai 18 hingga 20. Konfigurasi tersebut menghadirkan tantangan besar dalam perancangan struktur karena memerlukan sistem distribusi beban (load path) yang efisien, kekakuan struktur yang seimbang, serta kemampuan tinggi dalam meredam gaya gempa.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim FTUI menerapkan Negative Stiffness Friction Damper (NSFD), sebuah sistem peredam yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan struktur dalam menyerap energi gempa sekaligus mengurangi simpangan antarlantai (interstory drift) tanpa menambah berat bangunan secara signifikan. Dari sisi arsitektur, Bifurca Tower mengusung konsep biophilic architecture yang memadukan inspirasi dari Rumah Panjai milik Suku Dayak Iban di Indonesia dengan Cedar Plank House dari kawasan Pacific Northwest, Amerika Utara.
”Pendekatan tersebut menghasilkan rancangan bangunan yang tidak hanya tangguh terhadap gempa, tetapi juga fungsional, berkelanjutan, serta harmonis dengan lingkungan. Perpaduan teknologi rekayasa struktur mutakhir dengan inspirasi arsitektur tradisional tersebut mencerminkan semangat mahasiswa FTUI dalam menghadirkan solusi teknik yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga berakar pada nilai budaya dan keberlanjutan,” jelas Dr.-Ing. Josia.
Berkat desain mereka, tim FTUI berhasil mencatatkan sejumlah prestasi membanggakan, yaitu 6th Place Overall, 4th Place Proposal, 5th Place Presentation, 6th Place Communication, serta 3rd Place T-Shirt Design Competition. Capaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa FTUI dalam mengintegrasikan keunggulan teknis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan solusi rekayasa yang inovatif.
Ketua tim, Michael Fernando Theng, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses persiapan yang panjang, diskusi yang intensif, serta kerja sama yang solid di antara seluruh anggota tim.
“Pencapaian ini menjadi momen yang sangat membanggakan bagi seluruh anggota tim karena merupakan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan. Kami sangat bersyukur dapat membawa nama Indonesia dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia hingga masuk enam besar dunia. Selama berbulan-bulan kami belajar untuk tidak hanya menghasilkan desain struktur yang kuat, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi lintas disiplin, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai tantangan yang muncul selama kompetisi. Pengalaman ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami sebagai calon insinyur.”
Michael menambahkan bahwa dukungan para dosen pembimbing, Fakultas Teknik UI, serta berbagai pihak yang telah memberikan pendampingan dan dukungan menjadi motivasi bagi tim untuk terus memberikan performa terbaik selama kompetisi berlangsung.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa FTUI.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa FTUI memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tingkat global. Prestasi ini bukan hanya mencerminkan keunggulan akademik, tetapi juga kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, dan menghadirkan solusi rekayasa yang inovatif untuk menjawab tantangan nyata. Kami berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional,” kata Prof. Kemas.
Prestasi ini melanjutkan rekam jejak positif FTUI pada EERI Seismic Design Competition setelah pada penyelenggaraan sebelumnya berhasil meraih penghargaan Most Improved Team. Keberhasilan tersebut semakin mempertegas komitmen FTUI dalam menghasilkan lulusan yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.
Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api (Ring of Fire), Indonesia membutuhkan inovasi berkelanjutan dalam perancangan bangunan tahan gempa. Melalui riset, pendidikan, dan partisipasi dalam kompetisi internasional seperti EERI Seismic Design Competition, FTUI terus mendorong lahirnya insinyur-insinyur yang mampu menghadirkan solusi rekayasa bagi tantangan pembangunan nasional. Keberhasilan Bifurca Tower membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari ruang-ruang belajar di Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan infrastruktur yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia



