enid
enid

Mahasiswa FTUI Raih 1st Runner-Up Engineering Case Competition IChEC 2026

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang tergabung dalam Tim Arcyim berhasil meraih 1st Runner-Up pada Engineering Case Competition dalam ajang Indonesia Chemical Engineering Challenge (IChEC) 2026. Tim tersebut terdiri dari Cindy Nazwa Putri (Teknik Bioproses 2023), Imanue Bagaswara (Teknik Kimia 2023), dan Arya Dwi Prasetya (Teknik Kimia 2023). Kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berlangsung sejak September 2025 hingga Februari 2026 dan diikuti oleh lebih dari 600 peserta dari lebih dari 50 universitas di seluruh Indonesia. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada 15 Februari 2026 di Kampus ITB, Bandung.

Pada kompetisi yang berkolaborasi dengan Pertamina tersebut, para peserta ditantang untuk merancang solusi rekayasa yang komprehensif terhadap permasalahan industri, mencakup aspek teknis, ekonomi, hingga keberlanjutan. Di bawah bimbingan Fatimah Azizah Riyadi, B.Eng., M.Sc., Ph.D., CertDA, Dosen Departemen Teknik Kimia FTUI, Tim Arcyim mengusung proyek berjudul “Valorization of Sorghum Grain into Gluten-Free Flour: An Integrated Plant Solution for Bioethanol Profitability and National Food Security.”

“Gagasan ini mengangkat konsep integrated biorefinery yang mengoptimalkan pemanfaatan tanaman sorghum sebagai sumber daya ganda untuk pangan dan energi. Dalam sistem tersebut, batang sorghum tetap dimanfaatkan untuk produksi bioethanol, sementara biji sorghum yang sebelumnya kurang dimanfaatkan diolah menjadi tepung bebas gluten bernilai tambah,” jelas Azizah.

Melalui pendekatan tersebut, tim berupaya meningkatkan nilai ekonomi biomassa sekaligus mendukung diversifikasi pangan nasional. Solusi ini juga dirancang untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan tanpa mengurangi output bioethanol, sehingga menghasilkan sistem yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Salah satu anggota tim, Cindy Nazwa Putri, menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti kompetisi ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengintegrasikan ilmu rekayasa dengan tantangan nyata di sektor energi dan pangan.

“Kami mencoba melihat potensi sorghum secara lebih menyeluruh melalui pendekatan biorefinery, sehingga tidak hanya berkontribusi pada produksi bioethanol tetapi juga menghasilkan produk pangan bernilai tambah. Harapannya, konsep ini dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam mendukung ketahanan energi dan pangan di Indonesia,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa FTUI dalam mengembangkan solusi rekayasa yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan isu keberlanjutan. Kami berharap pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Keberhasilan Tim Arcyim dalam ajang IChEC 2026 kembali menegaskan komitmen mahasiswa FTUI untuk menghadirkan inovasi berbasis rekayasa yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung ketahanan energi dan pangan nasional.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X