id
id

Mechanical Doctoral Conference 2025: Sarana Evaluasi dan Penguatan Riset Mahasiswa S3 Teknik Mesin FTUI 

Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menyelenggarakan Mechanical Doctoral Conference (MDC) 2025 yang bertempat di Gedung Integrated Creative Engineering Learning Laboratory (ICELL) FTUI (20/08). Konferensi ini menjadi forum bagi mahasiswa program doktor untuk mengevaluasi progres penelitian mereka sekaligus memperkuat kualitas riset di bidang teknik mesin. 

Sebelumnya, evaluasi penelitian mahasiswa S3 dilakukan melalui kolokium berkala dengan metode presentasi mingguan atau bulanan. Namun, metode tersebut dinilai kurang efektif sehingga Departemen Teknik Mesin merancang mini conference khusus yang lebih terstruktur. Tahun ini, MDC diikuti oleh sekitar 70an mahasiswa doktoral Teknik Mesin angkatan 2019–2025 dan terbagi dalam dua format: sesi oral presentation bagi mahasiswa yang telah memiliki hasil riset, serta sesi poster bagi mahasiswa yang masih berada pada tahap perencanaan penelitian sebelum ujian proposal. 

Acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala Departemen Teknik Mesin FTUI, Dr. Agus Sunjarianto Pamitran, S.T., M.Eng., yang myampaikan, “Mechanical Doctoral Conference memiliki peran strategis sebagai wadah bagi mahasiswa doktoral untuk menampilkan sekaligus mengembangkan kualitas riset terbaik mereka. Saya berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal, tidak hanya untuk mempresentasikan capaian penelitian, tetapi juga sebagai momentum meningkatkan motivasi dan keseriusan dalam menempuh studi doktoral. Keberhasilan Program Studi S3 sangat erat kaitannya dengan kelancaran serta mutu penelitian mahasiswa. Untuk itu, kegiatan ini akan kami selenggarakan secara rutin setiap tahun sebagai sarana evaluasi, pemantauan perkembangan, sekaligus penguatan kualitas riset di Departemen Teknik Mesin FTUI. 

Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FTUI, menyampaikan: “Mechanical Doctoral Conference tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga wahana pembelajaran akademik. Mahasiswa dapat saling menginspirasi, mendapatkan masukan konstruktif, dan membangun jejaring ilmiah yang akan mendukung perjalanan riset mereka. Inilah nilai tambah yang membedakan MDC dari sekadar forum presentasi biasa.” 

Selain sesi presentasi mahasiswa, MDC 2025 menghadirkan keynote speaker Dr. Zulkifar Yurnaidi, Head of Energy Modelling and Policy Planning ASEAN Centre for Energy (ACE), dengan topik “Navigating ASEAN Energy Transition: Data and Modeling in Policy Making,” dimana sesi ini di moderatori oleh Dr. Eng. Radon Dhelika, Dosen DTM. Dalam pemaparannya, Dr. Zulkifar menyoroti tantangan besar transisi energi di kawasan ASEAN, terutama dominasi bahan bakar fosil dalam sektor transportasi dan industri serta kesenjangan akses energi di beberapa negara. Menurutnya, dibutuhkan strategi kebijakan yang lebih kuat, mulai dari peningkatan efisiensi energi, elektrifikasi, diversifikasi sumber energi terbarukan, hingga modernisasi jaringan listrik. Ia menegaskan bahwa kolaborasi triple helix antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta merupakan kunci menuju target netral karbon ASEAN tahun 2050–2060. 

Tahun ini, MDC memfokuskan penelitian mahasiswa pada empat tema utama, yaitu Energy Conversion & Conservation, Mechanical Building, Manufacture & Automation, serta Naval Architecture & Marine Engineering. Dari konferensi ini, Departemen Teknik Mesin FTUI berharap dapat memetakan capaian riset mahasiswa secara komprehensif. Partisipasi aktif mahasiswa juga akan membantu departemen memastikan standar akademik, kualitas penelitian, serta mutu lulusan program doktoral tetap terjaga. 

Menanggapi terselenggaranya konferensi ini, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Dekan FTUI, menyampaikan, “Mechanical Doctoral Conference memberikan kontribusi nyata dalam memastikan kualitas riset mahasiswa doktoral di FTUI. Melalui forum ini, progres penelitian mahasiswa dapat dipantau secara sistematis sekaligus menjadi ruang untuk menjaga standar mutu akademik program doktoral. FTUI akan terus mendorong agar MDC berkembang menjadi forum akademik yang lebih komprehensif, termasuk melalui proses submission dan publikasi prosiding, sehingga hasil riset mahasiswa dapat terdokumentasi dan terdiseminasi secara luas di tingkat nasional maupun internasional.” 

*** 

Kantor Komunikasi Publik 

Fakultas Teknik Universitas Indonesia 

 

 

X