enid
enid

Menggali Satiar Bagawi: Ekologi-Relasional dalam Ruang Hidup Masyarakat Dayak Ngaju

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali meluluskan doktor baru dari Departemen Arsitektur. Dr. Yesser Priono resmi meraih gelar Doktor dari program studi Arsitektur setelah mempertahankan disertasinya pada sidang terbuka promosi doktor pada Selasa (06/01). Berkat disertasinya yang berjudul “Satiar-bagawi: Ekologi-Relasional dalam Ruang Hidup Dayak Ngaju,” Yesser menjadi Doktor ke-641 FTUI dan Doktor ke-30 di Departemen Arsitektur, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87.

Dalam disertasinya, Dr. Yesser mengkaji ruang hidup masyarakat Dayak Ngaju di kawasan tepian sungai sebagai ruang yang tidak semata-mata bersifat fisik atau spasial, melainkan sebagai konfigurasi relasional yang terbentuk melalui praktik keseharian yang dikenal sebagai satiar bagawi. Konsep ini merepresentasikan cara masyarakat Dayak Ngaju menghidupi kehidupan melalui kerja, adaptasi ekologis, relasi sosial, serta keterjalinan kosmologis dengan sungai, hutan, dan alam sekitarnya.

Penelitian ini berangkat dari kritik terhadap paradigma arsitektur dan perencanaan modern yang kerap memisahkan ruang dari kehidupan. Ruang dipahami bukan sebagai entitas statis, melainkan sebagai proses dinamis yang terus dirangkai dalam relasi antara manusia, non-manusia, dan lanskap ekologis, termasuk dalam konteks perubahan ruang hidup atau kaleka. Fokus kajian diarahkan pada dua aspek kehidupan yang saling terkait, yaitu bertinggal (living) dan mencari penghidupan (make a living).

“Satiar bagawi bagi masyarakat Dayak Ngaju merupakan praktik hidup yang menyatukan kerja, ruang, dan relasi ekologis secara utuh. Pendekatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial-budaya dan cara masyarakat memaknai ruang hidupnya,” ujar Dr. Yesser Priono.

Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi, pemetaan spasial, dan analisis ekologi budaya, dengan kerangka teoritis yang memadukan perspektif dwelling, taskscape, assemblage, actor-network theory (ANT), dan ecosophy. Berlandaskan paradigma konstruktivisme, penelitian dilakukan pada setting asli perkampungan masyarakat Dayak Ngaju melalui wawancara mendalam menggunakan bahasa lokal, observasi partisipatoris dalam praktik keseharian, serta survei lapangan yang dilengkapi pemetaan spasial berbasis GPS dan drone.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang hidup masyarakat Dayak Ngaju bersifat relasional, dinamis, dan prosesual. Ruang dimaknai sebagai dwelling yang mencerminkan relasi etis dan kosmologis manusia dengan alam; sebagai taskscape yang memperlihatkan jaringan aktivitas hidup dan kerja yang berulang; serta sebagai assemblage heterogen antara manusia dan non-manusia yang senantiasa dirangkai ulang. Melalui pendekatan ANT, ruang dipahami sebagai hasil negosiasi dan stabilisasi relasi antar-aktor, sementara dalam perspektif ecosophy, praktik ruang menegaskan keseimbangan ekologis, sosial, dan mental sebagai dasar keberlanjutan.

Ketua Sidang sekaligus Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., mengapresiasi kontribusi ilmiah yang dihasilkan dalam disertasi ini.

“Disertasi ini menghadirkan perspektif yang kuat dan kontekstual dalam memahami ruang sebagai relasi ekologis dan sosial. Konsep satiar bagawi memperkaya khazanah keilmuan arsitektur dan perencanaan, serta relevan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, khususnya di kawasan tepian sungai,” tutur Prof. Kemas.

Hasil penelitian dipresentasikan dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Prof. Dr. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc.,  sebagai Ketua Sidang, dengan Prof.Ir. Evawani Elisa, M. Eng., Ph. D., sebagai promotor, Dr. Rini Suryantini, S. T. M.Sc., sebagai ko-promotor. Tim penguji terdiri dari Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D., IPU., Prof. Yandi Andri Yatmo, ST., M.Arch., Ph.D., Prof. Dr. Ing. Ir. Dalhar Susanto., Dr. Toga H. Panjaitan., Joko Adianto, ST., M.Ars., Ph.D.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X