1. Pengantar

    Sejak UI berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) dan selanjutnya menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH), sesungguhnya telah terjadi pergeseran paradigma ke arah peningkatan kualitas, efisiensi, dan modernisasi UI. Civitas academica yang setia dan intens mengikuti perkembangan internal UI, tentu tidak merasa asing lagi dengan pergeseran paradigma ini. Salah satu perubahan besar dalam struktur manajemen dan governance di UI adalah keterlibatan stakeholders (pemerintah, “civitas academica” yang terdiri dari dosen, karyawan, mahasiswa, dan masyarakat) yang tergabung dalam Majelis Wali Amanat (MWA). Rektor UI sebagai pucuk pimpinan eksekutif di UI dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada MWA.

    Dengan demikian, menurut logika dan asas clarity dalam governance, sebagai unit yang secara struktural berada dibawah Rektor, maka Dekan Fakultas yang merupakan pimpinan eksekutif tingkat fakultas dipilih oleh dan bertanggungjawab kepada Rektor. Harapannya, UI betul-betul dikelola sebagai universitas, bukan multi fakultas. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, pada 14 September 2021 Rektor mengeluarkan Peraturan No. 11/2021 mengenai Tata cara Pemilihan Dekan di Lingkungan UI. Peraturan tersebut berisi lima bab dan dua belas pasal yang mengatur berbagai hal yang terkait dengan pemilhan dekan seperti persyaratan dan kriteria calon dekan, panitia seleksi calon dekan, dan proses seleksi calon dekan.

    Digunakan istilah“seleksi/selection” di dalam proses pemilihan Dekan dan bukannya “pemilihan” (meskipun keduanya bermakna sama), namun untuk membedakannya dengan istilah lain (yang juga berarti pemilihan) yaitu eleksi/election. Jadi, “pemilihan” Dekan di UI adalah selection bukan election untuk menghindari kerancuan makna yang bisa menyesatkan. Pemilihan raya adalah eleksi dan lebih didasarkan atas popularitas seseorang, sedangkan seleksi lebih didasarkan atas kompetensi dan integritas, di samping akseptabilitas seseorang calon dekan. Seleksi menuntut dilakukannya asesmen terhadap calon. Istilah yang digunakan adalah asesmen (assessment) dan bukannya penilaian, karena asesmen lebih luas dari sekedar penilaian. Asesmen menyiratkan adanya penelusuran (dokumen, riwayat dsb.) yang bertujuan untuk memperoleh penilaian yang kompleks dan komprehensif. Karena itu, panitia seleksi dekan yang akan melakukan asesmen terhadap calon dekan harus beranggotakan mereka yang memiliki kemampuan dan kompetensi, bukannya perwakilan unit-unit di bawah fakultas. Sebagai universitas, dimana pendidikan adalah core activity-nya, UI dalam pengaturan hubungan kewenangan dan tanggungjawab, tetap memberdayakan Senat Akademik, baik di UI (SAUI) maupun di fakultas (SAF).

    Dalam tata cara seleksi calon dekan, SAF diberi kewenangan untuk mengusulkan anggota panitia seleksi calon dekan dari fakultas, ditambah 1 (satu) orang mewakili pimpinan UI yang ditunjuk oleh Rektor dan 1 (satu) orang lulusan fakultas dari luar UI yang diusulkan oleh ILUNI fakultas. Jumlah anggota panitia tersebut yang disebut Panitia Seleksi Calon Dekan (PSCD) paling sedikit 5 (lima) orang dan paling banyak 7 (tujuh) orang. Dalam melaksanakan tugasnya PSCD juga dibantu oleh tim teknis administratif. PSCD yang ditetapkan dengan Keputusan Rektor ini merupakan panitia pemilihan Dekan yang ditugasi menyeleksi calon-calon Dekan fakultas berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan untuk kemudian diseleksi lebih lanjut oleh Rektor di tingkat universitas. Panitia ini akan bekerja sesuai jadwal yang telah ditentukan dan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab langsung pada Rektor. Seluruh kegiatan PSCD didukung dengan anggaran universitas.

  2. Persyaratan Pokok

    Calon Dekan harus memenuhi persyaratan pokok sebagai berikut:

    1. Berkewarganegaraan Indonesia dan tidak pernah kehilangan kewarganegaraan Indonesia;
    2. Bertempat tinggal tetap di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
    3. Belum berusia 60 (enam puluh) tahun pada saat dilantik menjadi Dekan;
    4. Sehat jasmani dan rohani;
    5. Berpendidikan dan bergelar Doktor, atau Spesialis yang disetarakan dengan Doktor;
    6. Tidak pernah menjadi terpidana ataupun didakwa melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana penjara paling sedikit 5 (lima) tahun;
    7. Bebas dari kepentingan politik dan ekonomi, tidak berafiliasi dengan partai politik, dan bebas dari konflik kepentingan pribadi maupun golongan yang bertentangan dengan kepentingan UI;
    8. Bersedia melaksanakan tugas-tugas sebagai Dekan Fakultas di UI; dan
    9. Tidak pernah melakukan pelanggaran kode etik dan kode perilaku;

     

  3. Persyaratan Lainnya

    Calon Dekan harus memenuhi kelengkapan administrasi yang meliputi:

    1.  Menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk sebagai bukti Warga Negara Indonesia;
    2. Menyerahkan pernyataan kesediaan menjadi Bakal Calon Dekan Fakultas di UI secara tertulis (Form-1);
    3. Menyerahkan salinan (fotokopi) ijazah Doktor, atau Spesialis yang disetarakan dengan Doktor, yang sah dari perguruan tinggi yang bersangkutan;
    4. Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter;
    5. Menyerahkan fotokopi NPWP;
    6. Menyerahkan daftar riwayat hidup lengkap yang mencakup data tentang pekerjaan, pengalaman, pendidikan dan keluarga, disertai executive summary dari riwayat hidup (tidak lebih dari 2 halaman, dengan ketentuan: font: arial; size: 11, spasi: 1, margin kiri-kanan-atas-bawah: 4-3-3-3 cm);
    7. Menyerahkan makalah yang menguraikan tentang motivasi calon untuk menjadi Dekan di UI, serta pemikirannya mengenai Renstra dan program kerjanya berdasarkan visi, misi, dan kebijakan umum, yang harus diserahkan dalam 2 versi uraian ini yaitu:
      1. Uraian lengkap; dan
      2. Executive Summary dari uraian ini (tidak lebih dari 10 halaman, ketentuan: Font: Arial; Size: 12, spasi: 1, margin kini-kanan-atas-bawah: 4-3-3-3 cm,
      3. Tema makalah: “mewujudkan FTUI yang unggul, berdaya saing dan bernilai tambah sebagai pusat pengembangan keilmuan dan entrepreneurship bidang teknologi.”
    8. Memberikan pernyataan tertulis yang bermeterai cukup, bahwa tidak sedang dalam proses hukum, tidak sedang menjalankan hukuman, dan tidak dicabut haknya untuk memangku jabatan publik (Form-2); dan
    9. Memberikan pernyataan tertulis bahwa calon bukan pengurus suatu partai politik dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir (Form-3)

    Pernyataan tambahan
    10. Memberikan pernyataan tertulis bahwa calon tidak pernah melakukan pelanggaran kode etik dan kode perilaku (Form-4); dan
    11. Memberikan pernyataan tertulis bahwa calon bersedia tidak rangkap jabatan (Form-5).

  4. Pendaftaran

    Untuk proses pendaftaran lebih lanjut, silakan mengakses laman http://selection.ui.ac.id

  5. Info Tambahan
    • Berkas Pendaftaran (hard copies) Bakal Calon Dekan diserahkan kepada Sekretariat PSCD FTUI (Ruang Rapat Pimpinan Dekanat FTUI lantai 2), paling lambat 8 Oktober 2021 jam 15.00 WIB. (Narahubung: Ibu Ruli – 08176303572)
    • PSCD membantu memfasilitasi proses perekaman dan penyuntingan video Bakal Calon Dekan (jika dibutuhkan). Bakal Calon Dekan diharapkan mempersiapkan terlebih dahulu skenario dan story board dari video yang akan dibuat. (Narahubung: Hady – 081296291923)
  6. Informasi Asupan Publik & Pengaduan/Whistleblower

    PSCD FTUI memberikan kemudahan bagi warga FTUI serta kalangan publik, untuk memberikan asupan publik kepada para Bakal Calon Dekan FTUI maupun pengaduan** secara anonim.

    Asupan publik selain diberikan melalui situs utama selection.ui.ac.id, dapat pula dikirimkan melalui surel/e-mail kepada PSCD FTUI dengan alamat: pscd2021@eng.ui.ac.id atau dalam bentuk dokumen tertulis ke Sekretariat PSCD.

     

    **Panitia menjamin kerahasiaan data informan dan dimohon kepada pelapor agar dapat melampirkan berkas atau bukti-bukti yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pengaduannya.


X