Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) kembali menyelenggarakan International Short Course in Engineering, yang merupakan sebuah program kolaborasi antara FTUI, University of California Berkeley (UCB), dan Nanyang Technological University (NTU). Program yang berlangsung pada 4–11 Januari 2026 ini mengangkat tema “Engineering Leadership and Circular Economy in Indonesia” dan menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman lintas budaya, serta penguatan jejaring global di bidang keteknikan.
Pelaksanaan program dikoordinasikan oleh Unit Kemitraan dan Pendidikan Internasional FTUI bekerja sama dengan Departemen Teknik Elektro FTUI. Program nonkredit ini diikuti oleh 21 mahasiswa internasional, yang terdiri atas 14 mahasiswa dari University of California Berkeley dan 7 mahasiswa dari Nanyang Technological University.
Selama satu minggu pelaksanaan program, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan nonakademik yang dirancang untuk memberikan pemahaman langsung mengenai perkembangan industri, inovasi teknologi, serta dinamika sosial dan budaya di Indonesia. Kegiatan akademik meliputi academic discussion bersama Dr. Basari, S.T., M.Eng. serta Mohammad Ikhsan, M.T., Ph.D., dan mahasiswa FTUI.
Selain diskusi akademik, peserta juga melakukan kunjungan industri ke Hacktiv8, PT PLN, Pos Bloc Jakarta, dan PT Proline. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan transformasi digital, inovasi industri, transisi energi, serta penerapan teknologi di berbagai sektor strategis nasional. Interaksi langsung dengan pelaku industri turut memberikan gambaran mengenai tantangan dan peluang pengembangan teknologi di Indonesia.
Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan, “Melalui kegiatan ini, FTUI tidak hanya memperkuat kerja sama akademik internasional, tetapi juga, memperkenalkan perkembangan industri dan teknologi di Indonesia, program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk memahami nilai-nilai budaya Indonesia secara lebih dekat. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun hubungan akademik dan kemitraan global” ujar Prof. Kemas.
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, program ini juga memberikan pengalaman lintas budaya melalui pengenalan budaya dan bahasa Indonesia. Para peserta diajak untuk mengenal keberagaman budaya Nusantara melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan lingkungan sekitar, sehingga tercipta pengalaman belajar yang lebih mendalam dan kontekstual.
Sebagai bagian dari cultural immersion program, peserta mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah (TMII), destinasi budaya yang merepresentasikan keragaman suku, tradisi, dan arsitektur Indonesia. Di lokasi ini, para mahasiswa internasional berkesempatan melihat langsung rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia, mengenal filosofi budaya yang melatarbelakanginya, serta memahami bagaimana keberagaman menjadi salah satu identitas utama bangsa Indonesia. Kunjungan ini juga memberikan gambaran mengenai kekayaan budaya Indonesia yang hidup berdampingan di tengah masyarakat multikultural.
Para peserta juga mengunjungi Museum Nasional Indonesia untuk mempelajari sejarah panjang peradaban Nusantara. Melalui koleksi artefak, prasasti, hingga benda-benda peninggalan sejarah, peserta memperoleh pemahaman mengenai perkembangan masyarakat Indonesia sejak masa prasejarah, era kerajaan, masa kolonial, hingga terbentuknya Indonesia modern. Kunjungan ini menjadi pengalaman penting dalam memperkenalkan warisan sejarah dan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional secara lebih mendalam.
Salah satu peserta dari NTU, Ho Xu Ying Nicole, menyampaikan kesannya selama mengikuti cultural visit di FTUI, “Through the cultural visits, I learned that Indonesia has an incredibly rich and diverse culture. Visiting TMII and the National Museum helped me better understand how history and cultural traditions play an important role in Indonesian society”
Melalui penyelenggaraan International Short Course in Engineering, FTUI terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan tinggi teknik berkelas dunia yang aktif mendorong kolaborasi internasional, pertukaran budaya, serta pengembangan pendidikan teknik yang relevan dengan kebutuhan global dan berorientasi pada keberlanjutan.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia

