Universitas Indonesia (UI) melalui Panitia Khusus Pemilihan Rektor (Pansus Pilrek) resmi mengumumkan tujuh calon terpilih yang lolos tahap penyaringan untuk menjadi Rektor UI Periode 2024–2029. Proses seleksi yang berlangsung semakin ketat ini menghadirkan calon- calon dengan latar belakang akademis dan pengalaman luar biasa, yang diharapkan mampu membawa UI menuju capaian yang lebih tinggi di kancah nasional maupun internasional.
Adapun nama ke tujuh calon tersebut adalah sebagai berikut (sesuai urutan alfabet):
- Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N. (Fakultas Ilmu Keperawatan UI)
- Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG (Fakultas Kedokteran UI)
- Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU (Fakultas Teknik UI)
- Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Teknik UI)
- Prof. Khreshna Imaduddin Ahmad Syuhada, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D. (Institut Teknologi Bandung)
- Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M., IPU (Fakultas Teknik UI)
- Teguh Dartanto, Ph.D. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI)
Tiga dari Tujuh Calon Berasal dari FTUI
Tiga calon rektor dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang lolos dalam tahap penyaringan rektor UI periode 2024–2029 memiliki rekam jejak yang mengesankan. Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. yang saat ini menjabat Dekan FTUI dikenal dengan kepemimpinannya dalam inovasi teknologi dan kontribusi pada pengembangan industri di Indonesia serta merupakan guru besar termuda yang dikukuhkan oleh FTUI di usia 37 tahun. Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., Ketua Senat Akademik FTUI dan seorang akademisi dan guru besar di bidang arsitektur, telah berperan penting dalam integrasi desain dan keberlanjutan lingkungan. Sementara, Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M., IPU., Sekretaris Dewan Guru Besar FTUI dan Ketua UI GreenMetric memiliki keahlian di bidang teknologi informasi dan komunikasi, serta dikenal atas kontribusinya dalam menjembatani pengembangan infrastruktur digital.
Plh. Dekan FTUI, Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, M.Sc., Ph.D., memberikan pandangannya mengenai pencalonan tiga tokoh dari FTUI. “Kehadiran tiga calon dari FTUI mencerminkan keunggulan fakultas ini dalam menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi UI. Kami berharap siapa pun yang terpilih nanti dapat membawa universitas menuju capaian baru, baik dalam inovasi maupun kontribusi global,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Mahmud menambahkan bahwa harapan besar tertumpu pada kemampuan calon-calon tersebut dalam memperkuat kerja sama internasional dan membangun inovasi berkelanjutan. “FTUI selalu mendorong semangat kolaborasi dan inovasi. Kami percaya bahwa para calon ini mampu membawa UI menjadi lebih unggul di kancah global dengan terobosan-terobosan baru di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan,” tuturnya.
Proses Seleksi yang Transparan dan Ketat
Proses penyaringan yang digelar pada Rabu, 4 September 2024, di Gedung Pusat Administrasi UI, Kampus Depok, melibatkan tim penilai yang terdiri dari para pakar akademik UI, di antaranya Prof. Dr. Bambang Wibawarta, S.S., M.A. (Ketua Pansus Pilrek UI), Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., MPH, Int. (Ketua Senat Akademik UI), Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. (Ketua Dewan Guru Besar UI), dan Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA (Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor UI).
Para calon rektor diminta memaparkan profil diri dan rencana ke depan yang meliputi rekam jejak dan prestasi, entrepreneurship (kemampuan menghimpun dana), rencana program, dan terobosan yang akan dilakukan. Mereka menyampaikan visi dan misi kepemimpinan, wawasan tentang UI, serta rencana strategis yang mengacu pada kebijakan umum dan rencana pembangunan jangka panjang UI.
Prof. Bambang menekankan pentingnya rekam jejak yang kuat dalam seleksi ini. “Kita harus tahu dengan jelas apa latar belakangnya dan apa yang pernah dilakukan. Tidak mungkin seseorang yang belum pernah melakukan apa-apa tiba-tiba akan lompat jauh dan melakukan sesuatu yang sangat besar. Tentu kita harus memperhatikan track record-nya,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa Rektor UI terpilih harus memiliki kemampuan entrepreneurship untuk menghimpun dana dari potensi yang dimiliki UI agar pembiayaan universitas tidak hanya mengandalkan biaya pendidikan dari mahasiswa. Ia diharapkan memiliki terobosan yang mampu meningkatkan kualitas atau posisi UI di tingkat nasional maupun global; serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis semakin terbuka.
“Dunia ini sangat dinamis. Semakin cepat perubahannya, tentu kita menghadapi tantangan yang berbeda. Rektor UI terpilih harus bisa menjawab tantangan-tantangan ini dengan membangun sistem yang baik, membuat kerja sama yang baik, dan memiliki kemampuan lain yang dibutuhkan UI,” ujar Prof. Bambang.
Sementara itu, Ketua MWA UI, Dr. (HC) Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada 13 Bakal Calon Rektor yang telah mengikuti proses penjaringan dan penyaringan Calon Rektor UI. “Alhamdulillah, yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi calon rektor UI adalah figur-figur yang memiliki kapasitas dan rekam jejak prestasi eksepsional yang sangat relevan dengan kebutuhan dan tantangan-tantangan UI ke depan. MWA harus melakukan diskusi yang ketat dalam penyaringan menjadi 7 orang calon dan insyaallah selanjutnya akan menerapkan metode yang lebih ketat lagi hingga terpilih figur yang sungguh-sungguh terbaik untuk memimpin UI,” ujar Gus Yahya.
Selanjutnya, untuk menilai tujuh Calon Rektor UI Tersaring, UI membuka kesempatan kepada masyarakat untuk turut memberikan asupan publik terkait track record dari para calon. Asupan publik ini dapat disampaikan melalui laman www.pemilihanrektor.ui.ac.id pada 10–16 September 2024.
Asupan publik yang diterima nantinya menjadi pertimbangan MWA UI dalam proses penyaringan tiga Calon Rektor. Pada tahapan penyaringan berikutnya, UI akan mengundang Panelis Pakar untuk turut serta dalam proses presentasi yang mengacu pada arah pengembangan UI ke depan dan memberikan rekomendasi kepada MWA. Panelis Pakar yang diundang adalah yang bergerak di bidang manajemen pendidikan tinggi, tata kelola universitas, dan manajemen inovasi atau perubahan.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia