enid
enid

Yenni Trianda Raih Gelar Doktor FTUI, Kembangkan Teknologi Berbasis Limbah untuk Mengatasi Kontaminan Refraktori pada Air Limbah

Peningkatan aktivitas industri dan pertumbuhan kawasan perkotaan menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan kualitas air, terutama akibat munculnya kontaminan refraktori seperti residu obat-obatan dan zat warna sintetis yang sulit diuraikan melalui proses pengolahan air limbah konvensional. Di sisi lain, Indonesia juga menghadapi persoalan akumulasi limbah abu terbang hasil pembakaran sampah domestik (Municipal Solid Waste Fly Ash/MSWFA) dan lumpur alum dari instalasi pengolahan air minum yang sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal.

Berangkat dari tantangan tersebut, Yenni Trianda, mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), mengembangkan inovasi yang mengintegrasikan pengelolaan dua jenis limbah menjadi material fungsional untuk pengolahan air limbah. Atas penelitian tersebut, Yenni berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93 dan meraih predikat cum laude. Ia resmi menjadi Doktor ke-95 dari Departemen Teknik Sipil dan Doktor ke-682 di lingkungan FTUI.

Dalam sidang terbuka promosi doktor yang diselenggarakan pada 30 Juni 2026, Yenni mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Transformasi Limbah Abu Terbang dan Lumpur Alum Menjadi Komposit Adsorben-Fotokatalitik: Solusi Berkelanjutan untuk Remediasi Kontaminan Refraktori di Air Limbah.”

Penelitian ini menghadirkan pendekatan baru melalui pemanfaatan dua jenis limbah sekaligus (double waste), yaitu abu terbang hasil pembakaran sampah domestik dan lumpur alum, yang diolah menjadi material komposit adsorben-fotokatalitik. Material tersebut kemudian dimodifikasi menggunakan titanium dioksida (TiO₂) dan teknologi iradiasi sinar gamma untuk meningkatkan kemampuan penyisihan kontaminan refraktori, seperti ibuprofen dan metilen biru, yang dikenal sulit terdegradasi menggunakan teknologi pengolahan air limbah konvensional.

Kebaruan utama penelitian ini terletak pada integrasi tiga teknologi dalam satu material, yakni adsorpsi, fotokatalitik, dan modifikasi melalui radiasi sinar gamma. Hingga penelitian ini dilakukan, belum terdapat publikasi yang secara bersamaan mengombinasikan pemanfaatan limbah abu terbang dan lumpur alum sebagai bahan baku komposit, impregnasi titanium dioksida sebagai material fotokatalitik, serta modifikasi menggunakan sinar gamma untuk meningkatkan reaktivitas permukaan material terhadap polutan,» jelas Yenni dalam presentasinya.

Melalui proses sintesis bertahap, komposit yang dihasilkan tidak hanya mampu menyerap kontaminan, tetapi juga mendegradasinya menjadi senyawa yang lebih sederhana dan lebih ramah terhadap lingkungan. Modifikasi menggunakan sinar gamma meningkatkan jumlah gugus hidroksil aktif pada permukaan material sehingga memperkuat proses adsorpsi sekaligus mempercepat reaksi fotokatalitik dalam mendegradasi polutan. Pendekatan ini memberikan nilai tambah dibandingkan adsorben konvensional yang umumnya hanya memindahkan kontaminan dari air ke permukaan material tanpa menguraikannya.

Penelitian Yenni juga memperlihatkan potensi besar dalam mendukung konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah menjadi material bernilai tambah. Selain mengurangi volume limbah yang berakhir di lingkungan, inovasi ini membuka peluang penerapan teknologi pengolahan air yang lebih berkelanjutan bagi instalasi pengolahan air limbah industri, rumah sakit, kawasan permukiman, maupun fasilitas pengolahan sampah terpadu. Hasil penelitian ini sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Yenni Trianda menjelaskan bahwa penelitian tersebut berangkat dari keprihatinannya terhadap meningkatnya jumlah limbah industri dan munculnya kontaminan baru yang belum mampu ditangani secara optimal oleh teknologi pengolahan air konvensional.

“Saya ingin menunjukkan bahwa limbah tidak selalu berakhir sebagai masalah lingkungan. Dengan pendekatan rekayasa yang tepat, limbah dapat ditransformasikan menjadi material yang memiliki fungsi baru dan memberikan manfaat nyata bagi pengolahan air. Harapannya, penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif teknologi yang mendukung pengelolaan limbah dan peningkatan kualitas lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Yenni.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan, “Penelitian ini mencerminkan semangat FTUI dalam mengembangkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki relevansi terhadap tantangan pembangunan berkelanjutan. Dengan mengubah limbah menjadi material yang bermanfaat untuk pengolahan air, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan multidisiplin mampu menghasilkan solusi yang bernilai bagi masyarakat maupun industri,” ujar Prof. Kemas.

Sidang promosi doktor Yenni dipimpin oleh Prof. Dr.-Ing. Ir. Dalhar Susanto sebagai Ketua Sidang, dengan Prof. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., Ph.D., sebagai promotor dan Dr. Ir. R. M. Sandyanto Adityosulindro, S.T., M.T., M.Sc., sebagai ko-promotor. Dewan penguji terdiri atas Dr. Erly Bahsan, S.T., M.Kom.; Ir. Nopa Dwi Maulidiany, S.T., M.T., IPU., Ph.D.; Ir. Mochamad Adhiraga Pratama, S.T., M.Sc., Ph.D.; Ir. Jaka Fajar Fatriansyah, M.Sc., Ph.D., ASEAN Eng., IPU.; serta Prof. Ir. Denny Helard, S.T., M.T., Ph.D.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X