Nina Konitat Supriatna, mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTM FTUI), berhasil meraih gelar Doktor setelah menjalani sidang terbuka pada Selasa (07/04). Melalui disertasinya yang berjudul “Produksi Gas Sintesis Melalui Gasifikasi Limbah Lignoselulosa Untuk Energi Berkelanjutan”, Nina menjadi Doktor dengan IPK 4.00, predikat Summa Cumlaude dan tercatat sebagai Doktor ke- 131 di DTM FTUI dan ke-656 di FTUI.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan energi global serta ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang semakin menipis, di sisi lain volume limbah organik perkotaan terus meningkat dan belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah lignoselulosa yang selama ini sering dibuang atau dibakar terbuka sebenarnya memiliki potensi besar sebagai bahan baku energi terbarukan yang ramah lingkungan.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan terintegrasi dari skala laboratorium hingga skala pilot. Pada tahap awal, dilakukan karakterisasi material menggunakan reaktor fixed-bed untuk memahami perilaku termal dan kinetika biomassa, khususnya dari jenis pohon trembesi (Samanea saman). Selanjutnya, pengujian dilanjutkan pada skala pilot menggunakan reaktor downdraft dengan bahan baku pelet campuran limbah lignoselulosa perkotaan yang lebih representatif terhadap kondisi nyata. Pendekatan ini memungkinkan optimalisasi parameter operasional, terutama equivalence ratio (ER), yang terbukti sangat berpengaruh terhadap kualitas gas sintesis yang dihasilkan.
“Melalui penelitian ini, saya ingin menunjukkan bahwa limbah lignoselulosa yang sering dianggap tidak bernilai sebenarnya dapat dikonversi menjadi energi bersih yang efisien dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terintegrasi dari skala laboratorium hingga pilot, diharapkan teknologi ini dapat menjadi solusi nyata bagi permasalahan energi dan limbah di Indonesia,” ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi optimum dicapai pada ER sebesar 0,37, yang menghasilkan syngas dengan nilai kalor bawah (LHV) sebesar 4,22 MJ/Nm³, efisiensi gas dingin (CGE) sebesar 59,70%, serta efisiensi konversi karbon (CCE) mencapai 75,90%. Selain itu, peningkatan nilai ER hingga titik optimum juga terbukti mampu menurunkan kandungan tar melalui proses perengkahan termal, sehingga meningkatkan kualitas gas dan efisiensi sistem secara keseluruhan. Penelitian ini tidak hanya berfokus pada produksi energi, tetapi juga mengeksplorasi pemanfaatan produk samping berupa tar yang dapat dikonversi menjadi biokarbon bernilai tinggi untuk berbagai aplikasi lanjutan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa gasifikasi limbah lignoselulosa perkotaan merupakan solusi yang sangat potensial dalam mendukung penyediaan energi bersih sekaligus mengatasi permasalahan limbah di Indonesia. Dengan pendekatan yang komprehensif mulai dari analisis fundamental hingga implementasi skala pilot, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi waste-to-energy yang efisien, berkelanjutan, dan aplikatif di masa depan.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut. “Penelitian ini menunjukkan peran strategis FTUI dalam menghadirkan solusi inovatif bagi tantangan energi dan lingkungan. Transformasi limbah lignoselulosa menjadi energi bersih merupakan langkah konkret menuju pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi akademisi dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” ujarnya.
Penelitian dipresentasikan dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., sebagai Ketua Sidang, Prof. Dr. Ir. Adi Surjosatyo. M.Sc., sebagai Promotor, Prof. Dr. Ir. Rizal Alamsyah M. App.Sc., sebagai Ko Promotor. Tim Penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. Yulianto Sulistyo Nugroho, Ph.D., M.Sc., Prof. Dr. Ir. I Made Kartika Dhiputra, Dipl Ing., Ahmad Syihan Auzani, S.T., M.T., Ph.D., Muhammad Agung Santoso, S.T., M.T., Ph.D., Dr. Ir. Cahyadi M.Kom.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia






