enid
enid

FTUI Perkuat Kesiapsiagaan Kampus melalui Pelatihan Hidran dan APAR

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menyelenggarakan Pelatihan Hidran dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi potensi keadaan darurat kebakaran (26/05). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan FTUI ini menghadirkan narasumber dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta serta diikuti oleh perwakilan unit kerja dan personel yang terlibat dalam struktur keselamatan kebakaran gedung.

Pelatihan dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Fitri Yuli Zulkifli, S.T., M.Sc., Kepala Unit Penjaminan Mutu Akademik (UPMA) FTUI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kesiapan seluruh elemen kampus.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh peserta memahami peran masing-masing dalam sistem keselamatan kebakaran gedung serta mampu merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Prof. Fitri.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai teori dasar kebakaran dan penggunaan APAR oleh instruktur dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan. Peserta memperoleh pemahaman mengenai proses terjadinya kebakaran, klasifikasi kebakaran berdasarkan jenis material yang terbakar, serta pemilihan media pemadam yang sesuai untuk setiap jenis kebakaran.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai berbagai jenis APAR, termasuk dry chemical powder, karbon dioksida (CO₂), dan clean agent. Materi ini mencakup karakteristik masing-masing alat pemadam, kelebihan dan keterbatasannya, serta prosedur penggunaan yang benar melalui metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Pemahaman tersebut penting agar tindakan pemadaman awal dapat dilakukan secara aman dan efektif sebelum api berkembang menjadi lebih besar.

Pada sesi berikutnya, narasumber menjelaskan sistem hidran kebakaran yang tersedia di gedung, mulai dari jenis-jenis hidran, klasifikasi hidran, fungsi pompa kebakaran, hingga prosedur pengoperasian hidran gedung dan hidran halaman. Peserta juga diperkenalkan pada konsep formasi regu hidran yang menjadi dasar koordinasi dalam pelaksanaan pemadaman menggunakan sistem hidran.

Pelatihan ini turut membahas struktur organisasi Keselamatan Kebakaran Gedung (K2G), termasuk tugas dan tanggung jawab setiap personel yang terlibat dalam penanganan keadaan darurat. Peran kepala regu, operator, teknisi, petugas evakuasi, petugas P3K, hingga regu pemadam internal dijelaskan secara rinci untuk memastikan koordinasi yang efektif ketika terjadi insiden kebakaran.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi praktis, peserta mengikuti simulasi fire drill yang dipandu langsung oleh tim Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan. Dalam simulasi tersebut, peserta mempraktikkan penggunaan APAR untuk memadamkan api serta melakukan latihan pengoperasian hidran menggunakan formasi regu pemadam. Simulasi juga melibatkan personel yang berperan sebagai kepala regu, operator, teknisi, petugas P3K, petugas evakuasi, satpam area, serta regu pemadam kebakaran sesuai struktur kesiapsiagaan yang diterapkan di lingkungan FTUI.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penggunaan peralatan proteksi kebakaran, tetapi juga memahami pentingnya komunikasi, koordinasi, dan pembagian tugas dalam situasi darurat. Kemampuan tersebut menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran.

Pelatihan Hidran dan APAR ini merupakan bagian dari komitmen FTUI untuk terus memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kampus. Dengan meningkatnya kapasitas personel dan pemahaman mengenai prosedur tanggap darurat, FTUI berharap dapat menciptakan lingkungan belajar dan bekerja yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko di masa mendatang.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X