Research Center for Biomedical Engineering (RCBE) Fakultas Teknik Universitas Indonesia kembali mengadakan konferensi tahunan International Symposium on Biomedical Engineering (ISBE). Konferensi ini merupakan yang kesebelas kalinya yang disebut The 11th ISBE 2026. ISBE kali ini dilaksanakan selama 2 hari, 19 dan 20 Oktober 2026 di Gedung Interdisciplinary Engineering (IDE) FTUI.
Setiap tahunnya, ISBE menjadi ajang tempat berkumpul dan berbagi hasil penelitian dan publikasi para peneliti bidang biomedical engineering. Bekerja sama dengan ITS Indonesia dan Nutrilab Pratama, ISBE tahun ini mengusung tema Advancing Humas Health through Multidisciplinary Engineering.
Membuka acara, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng, menyampaikan sambutannya. “Tema simposium tahun ini menyoroti pentingnya kolaborasi multidisiplin dalam menjawab tantangan kesehatan yang kompleks saat ini. Kemajuan dalam teknik biomedis menuntut integrasi antara bidang teknik, ilmu kedokteran, teknologi informasi, dan disiplin ilmu terkait lainnya. Melalui inovasi di bidang perangkat medis, robotika, kecerdasan buatan, kesehatan digital, biomaterial, kedokteran regeneratif, neural engineering, dan precision medicine, kita memiliki peluang untuk mengembangkan solusi inovatif yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan manusia,” ujar Prof. Herman.
Ketua ISBE 2026, Mohammad Ikhsan, S.T., M.T., Ph.D., juga turut menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab tantangan kesehatan saat ini. Mulai dari wearable monitors dan implan medis, hingga kecerdasan buatan, robotika, dan biomaterial, inovasi yang bermakna menuntut kerja sama antara insinyur, klinisi, dan ilmuwan.
Pada Keynote Session, terdapat 4 pembicara utama, yaitu Prof. Dr. rer. nat. Hesham Ali El Enshasy (PhD, M.Sc., M.Sc.) dari Universiti Teknologi Malaysia, Prof. Dr. Zahra Kavehvash dari Sharif University of Technology, Prof. Dr. Kazuyuki Saito dari Chiba University, dan Prof. Dr. Yudan Whulanza, S.T., M.Sc. dari Universitas Indonesia.
Prof. Hesham membahas terkait produk antiinfeksi. Menurutnya, produk antiinfeksi berperan penting dalam melindungi tubuh dari penyakit akibat mikroorganisme. Namun, pendekatan yang membasmi seluruh mikroba perlu dikaji kembali karena mikrobioma alami tubuh memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan, mengatur sistem imun, serta menghasilkan vitamin dan senyawa antimikroba. Oleh karena itu, diperlukan konsep higiene baru melalui pengembangan standar kebersihan yang lebih selektif, yaitu mampu membasmi mikroorganisme patogen, termasuk yang resistan terhadap berbagai jenis obat, dengan dampak minimal terhadap mikrobioma alami tubuh. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perlindungan kesehatan sekaligus menjaga keseimbangan mikroorganisme yang bermanfaat, termasuk melalui pemanfaatan bahan antiinfeksi alami.
Prof. Zahra, yang hadir secara daring, membahas tentang teknologi ultrasonografi biomedis. Menurutnya, teknologi ini terus berkembang melalui inovasi perangkat keras, teknik pencitraan canggih, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi diagnosis medis. Penerapannya mencakup otomatisasi analisis citra, deteksi kanker payudara, perangkat ultrasonografi portabel, serta sensor fleksibel dan wearable untuk pemantauan kesehatan berkelanjutan. Berbagai inovasi ini mendorong pengembangan sistem diagnostik yang lebih cerdas, praktis, dan mudah diakses, sekaligus mendukung transformasi layanan kesehatan modern.
Prof. Kazuyuki Saito, menyampaikan bahwa pemanfaatan energi gelombang mikro dalam bidang medis terus dikembangkan sebagai teknik terapi minimal invasif yang menghasilkan efek termal pada jaringan biologis. Teknologi ini mencakup hipertermia, ablasi tumor untuk pengobatan kanker, serta perangkat bedah berbasis energi gelombang mikro yang bertujuan meningkatkan efektivitas tindakan medis dan kualitas hidup pasien. Selain itu, materi ini membahas teknologi denervasi ginjal menggunakan gelombang mikro sebagai salah satu pendekatan untuk menangani hipertensi.
Terakhir, Prof. Yudan memaparkan materi terkait Teknologi additive manufacturing. Dia menyampaikan bahwa teknologi ini telah berkembang dari metode pembuatan prototipe cepat menjadi teknologi manufaktur canggih yang mampu menghasilkan solusi biomedis fungsional, kompleks, dan sesuai kebutuhan pasien. Melalui proses pencetakan lapis demi lapis, teknologi ini memungkinkan pembuatan implan ortopedi dan tulang belakang, perancah rekayasa jaringan, konstruksi berbasis sel, sistem mikrofluida, serta perencanaan bedah virtual. Integrasi desain digital, biomaterial, sistem biologis, dan manufaktur digital membuka peluang bagi inovasi biomedis serta pengembangan layanan kesehatan yang lebih personal dan presisi.
Dengan 28 paper yang masuk dari berbagai negara, 24 di antaranya hadir menyampaikannya dalam konferensi ini. Terbagi menjadi 5 topik besar, yaitu Medical Devices, Robotics & Smart Instrumentation (MDRSI), Biomaterials, Regenerative Medicine & Nanotechnology (BRMN), Digital Health, AI & Clinical Informatics (DHACI) , Global Health, Sustainability & Precision Medicine (GHSPM), dan Biomaterials, Regenerative Medicine & Nanotechnology (BRMN), dipresentasikan dalam simposium dan akan melalui proses review dan publikasi pada jurnal internasional terindeks scopus.
***
Kantor Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia








