enid
enid

UI dan Universität Duisburg-Essen Perluas Program Double Degree, Kembangkan Skema Dual Master Terintegrasi

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) terus memperkuat strategi internasionalisasinya melalui pengembangan kerja sama dengan Universität Duisburg-Essen (UDE), Jerman. Kemitraan yang telah terjalin lebih dari 20 tahun dalam program double degree kini memasuki fase pengembangan baru yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

Langkah ini mengemuka dalam kegiatan kunjungan dan diskusi strategis yang berlangsung pada 16–17 April 2026 di kampus UDE, Jerman. Delegasi Fakultas Teknik UI (FTUI) dalam kegiatan ini diwakili oleh Prof. Dr.-Ing. Ir. Dalhar Susanto, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum, serta Ir. Andyka Kusuma, S.T., M.Sc., Ph.D., Manajer Kemitraan dan Pendidikan Internasional.

Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi menyepakati perluasan program double degree jenjang sarjana ke dua bidang baru, yaitu Teknik Sipil (Structural Engineering) dan Teknik Mesin (Mechanical Engineering). Selain itu, turut dilakukan penandatanganan Agreement of Implementation (AoI) untuk program pertukaran mahasiswa (student exchange) serta pembahasan penguatan kolaborasi di bidang Teknik Kimia melalui skema pertukaran dan pengembangan program di tingkat magister.

Pengembangan kurikulum untuk program double degree Teknik Sipil dan Teknik Mesin telah mencapai progres signifikan, dengan tingkat penyelesaian sekitar 80–90 persen. Kedua program tersebut kini memasuki tahap peninjauan akademik, dengan beberapa aspek teknis yang masih perlu diselaraskan, seperti urutan mata kuliah pada Teknik Sipil serta validasi mata kuliah pilihan pada Teknik Mesin.

Prof. Dalhar Susanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan teknik yang kompetitif di tingkat global. “Kami tidak hanya mengirim mahasiswa ke luar negeri, tetapi membangun ekosistem pembelajaran bersama yang setara dengan standar internasional. Ini adalah lompatan penting untuk memastikan lulusan FTUI siap bersaing dan berkontribusi di panggung global,” ujarnya.

Salah satu agenda utama dalam kerja sama ini adalah penjajakan pengembangan program bi-directional dual master, sebuah model pendidikan inovatif yang memungkinkan mahasiswa menempuh jalur terintegrasi dari sarjana hingga magister di dua institusi. Skema yang diusulkan mencakup pola 3+1+1+1 atau enam tahun studi, yang memungkinkan mahasiswa memperoleh dua gelar sarjana dan dua gelar magister secara simultan.

Dari pihak UDE, Dekan Fakultas Teknik, Alexander Malkwitz, menilai penguatan kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam kemitraan kedua institusi. “Kami bangga dapat mengembangkan program yang tidak hanya memperluas mobilitas mahasiswa, tetapi juga menciptakan jalur akademik terintegrasi yang relevan dengan tantangan global di bidang teknik,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor UDE bidang internasional, Karen Shire, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam pendidikan tinggi saat ini. “Kemitraan seperti ini menunjukkan bagaimana universitas dapat bersama-sama merancang model pendidikan masa depan yang inklusif, fleksibel, dan benar-benar global. UI adalah mitra strategis kami di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Program ini dirancang bersifat dua arah (bi-directional), sehingga membuka peluang mobilitas tidak hanya bagi mahasiswa UI ke UDE, tetapi juga sebaliknya. Implementasi program akan dilakukan secara selektif berbasis kuota, dengan komitmen jalur akademik sejak tahun keempat serta memungkinkan skema pendaftaran paralel di kedua universitas.

Selain pembahasan pengembangan program, kegiatan ini juga mencakup sesi monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program joint degree FTUI–UDE yang telah berjalan, guna memastikan kualitas akademik dan efektivitas implementasi program secara berkelanjutan.

Delegasi Universität Duisburg-Essen yang turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Prof. Karen Shire, Ph.D. (Vice Rector for University Culture, Diversity & International Affairs), Prof. Dr.-Ing. Alexander Malkwitz (Dean), Prof. Dr.-Ing. Tobias Bruckmann (Commission for International Affairs), serta Dr.-Ing. Stefan Werner, Dr.-Ing. Frank Schwarz, Bjorn Ciemskin, dan ⁠Rade Sazdovski.

Ke depan, kedua institusi akan melanjutkan proses finalisasi kurikulum, penyusunan kerangka implementasi akademik dan legal, serta perencanaan kapasitas mahasiswa dalam program mobilitas internasional. Kunjungan akademik lanjutan juga direncanakan untuk mempercepat realisasi program, khususnya pada bidang Teknik Mesin.

Melalui kolaborasi ini, UI dan UDE menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan model pendidikan tinggi teknik yang inovatif, terintegrasi, dan relevan dengan kebutuhan global, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing internasional.

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X