id
id

Webinar PWK FTUI: Urban and Regional Planning with Available Data: The Ur Scape Case Study

Prof. Stephen Cairns, menyampaikan presentasi berjudul “Urban and Regional Planning with Available Data: The Ur Scape Case Study” pada webinar PWK FTUI. Webinar ini merupakan bagian dari Open House Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dalam rangka menyambut penerimaan mahasiswa baru PWK FTUI tahun aja 2022/2023. Prof. Stephen Cairns merupakan Director of FCL Global, Singapore and Principal Investigator of Agropolitan Territories of Monsoon Asia.

Dalam pemaparannya beliau menjelaskan mengenai tantangan wilayah dan perkotaan pada urbanisasi. “Ada beberapa masalah yang timbul dalam urbanisasi. Pertama adalah urbanisasi kini melaju cepat ditambah dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat. Urbanisasi yang berjalan ini menimbulkan¬† peningkatan kebutuhan hunian. Hal itu menimbulkan kepadatan bangunan perkotaan atau densifikasi kota dan ini menjadi tantangan kedua bagi wilayah urban. Kepadatan yang timbul memperluas juga masalah ekologis. Tak hanya itu, perpindahan penduduk dari desa ke kota mengakibatkan menurunnya populasi penduduk di pedesaan,” kata Prof. Stephen.

Kemudian, beliau memberikan solusi terkait perencanaan wilayah urban demi mengatasi masalah yang ada. Pertama, ubah arah perpindahan penduduk yang hanya berpusat pada kota. Dengan dilakukannya urbanisasi ke daerah lain, pemerataan penduduk dan penurunan kepadatan bangunan akan terjadi. Selain itu, beliau menambahkan saran untuk merencanakan wilayah urban dengan berbagi desain, pilot project dari beberapa jenis dan jalur pengembangan. Beliau menekankan pada pengembangan pemukiman sesuai dengan suatu bentuk pengelolaan sumberdaya alam yang tidak ditentukan oleh batasan politik dan administratif tetapi dibatasi oleh batasan geografi, komunitas manusia serta sistem ekologi.

Terakhir, beliau menjelaskan bahwa penerapan agropolitan dapat menyelasaikan masalah pada kawasan urban. Kawasan agropolitan dapat dijadikan alternatif solusi dalam pengembangan kawasan pedesaan tanpa melupakan kawasan perkotaan.  Agropolitan merupakan strategi pembangunan pusat pertumbuhan dengan konsep keberimbangan dan sinergi antar pusat dengan wilayah sekitar, terutama dengan memperhatikan pada konfigurasi spasial, aktivitas ekonomi, dan optimalisasi dampak pembangunan. Pengembangan kawasan agropolitan di setiap daerah berarti membangun titik-titik tumbuh ekonomi daerah berbasis pertanian, dengan harapan satu titik tumbuh akan dapat mendinamisasi dan menstimulasi tumbuh dan berkembangnya titik-titik tumbuh yang lain dan seterusnya.

***

Biro Komunikasi Publik
Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X