enid
enid

Doktor FTUI Kembangkan Keamanan VANET Tahan Komputasi Kuantum untuk Transportasi Cerdas

Esti Rahmawati Agustina, mahasiswa Program Doktor Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (DTE FTUI), berhasil meraih gelar Doktor setelah menjalani sidang terbuka pada Rabu (07/01). Melalui disertasinya yang berjudul Pengembangan Kerangka Kerja Keamanan dan Privasi Data Baru pada Lingkungan Vanet Berbasis Manajemen Siklus Hidup Pseudonym yang Komprehensif dan Kriptografi Pasca-Kuantum, Esti menjadi Doktor ke-194 di DTE FTUI dan ke-645 di FTUI, dengan predikat Summa Cumlaude, IPK 4,00.

Penelitian yang dilakukan Esti dilatarbelakangi oleh salah satu isu global yang terus mendapatkan perhatian serius, yaitu keselamatan transportasi. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian pada anak – anak dan dewasa muda usia 5 – 29 tahun serta sekitar 1,3 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas.

”Di tingkat nasional, data menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat dari 103.645 kasus pada tahun 2021 menjadi 139.258 kasus pada tahun 2022 dengan 28.131 korban meninggal dunia. Pada tahun 2023, tren peningkatan berlanjut saat Polri mencatat 148.575 kasus kecelakaan lalu lintas. Ini merupakan angka tertinggi dalam 5 (lima) tahun terakhir, dengan total korban meninggal dunia mencapai 19.800 jiwa dan 180.511 orang luka ringan,” papar Esti dalam presentasinya.

Sejalan dengan urgensi global dan nasional tersebut, teknologi Intelligent Transportation Systems (ITS) berkembang sebagai salah satu solusi strategis untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan keberlanjutan sistem transportasi. ITS mengintegrasikan teknologi informasi, sensorik, dan komunikasi untuk mendukung konektivitas antar kendaraan, manajemen lalu lintas yang adaptif, deteksi dini potensi kecelakaan, dan respon yang cepat dalam situasi darurat.

”Perkembangan ITS dan komponen pentingnya yaitu Vehicular Ad Hoc Network (VANET) menjadi salah satu upaya strategis melalui pertukaran data keselamatan berbasis komunikasi antar kendaraan (Vehicle to vehicle (V2V)) dan kendaraan dengan infrastruktur (Vehicle to infrastructure (V2I)). Namun, sifat komunikasi nirkabel yang terbuka memunculkan risiko keamanan dan privasi data seperti pelacakan dan penyalahgunaan identitas, modifikasi pesan serta berbagai serangan jaringan. Tantangan ini semakin meningkat dengan adanya ancaman komputasi kuantum yang melemahkan kekuatan algoritma kriptografi modern,” jelas Esti.

Penelitian yang dilakukan Esti ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja keamanan dan privasi data baru pada VANET yang dinamakan PQ-TDAA (Post-Quantum Traceable Direct Anonymous Attestation) dengan mengimplementasikan siklus hidup pseudonym yang komprehensif berbasis kriptografi pasca-kuantum. Hasil dari penelitian ini menegaskan bahwa pada skenario V2V yang bersifat broadcast-intensive, ukuran signature lebih menentukan kinerja jaringan dibandingkan kecepatan komputasi kriptografi, sehingga Falcon-512 lebih sesuai untuk implementasi VANET modern dengan kepadatan kendaraan tinggi.

Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menanggapi penelitian yang dilakukan Esti. “Kami berharap hasil dari penelitian ini mampu menjamin anonymous authentication yang aman, perlindungan privasi pengguna kendaraan, serta memastikan bahwa mekanisme keamanan yang dikembangkan memiliki ketahanan terhadap ancaman komputasi kuantum,” ujar Prof. Kemas.

Hasil penelitian dipresentasikan dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., sebagai Ketua Sidang, Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng., sebagai Promotor, dan Dr. Ruki Harwahyu, S.T., M.T., M.Sc., sebagai Ko-Promotor. Tim penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc., Prof. Dr. Ir. Anak Agung Putri Ratna, M.Eng., Dr. Ir. Muhammad Salman, S.T., M.IT., I Gde Dharma Nugraha, S.T., M.T., Ph.D., Alfan Presekal, S.T., M.T., Ph.D, dan Dr. Bernardi Pranggono, B.Eng., M.DigComms., Ph.D. (penguji eksternal, Associate Professor in Cyber Security and Computer Networks at the School of Computing and Information Science Anglia Ruskin University, Cambridge, UK).

***

Kantor Komunikasi Publik

Fakultas Teknik Universitas Indonesia

X